Monday, November 10, 2014


Tangan kecil itu membangunkanku, makhluk mungil manis itu berada tepat di depan wajahku. Sora, makhluk lucu berumur 5 bulan itu tertawa ketika melihatku membuka mata. Aku melihat langit membentang di matanya yang kelam, wajah bulat dan mulutnya yang sedikit basah, sepertinya baru saja meminum habis susunya.
“Pan, mandi gih. Sudah jam setengah 7”
“Aku berangkat jam 7” Kata Pebrian sambil sibuk kesana kemari.
 “Oh iya, ini istriku” Seorang perempuan turun dari tangga kecil di sudut ruangan. Namanya Miki Aku menjabat tangannya, kemudian memperkenalkan diri seadanya, dia tidak bisa berbahasa inggris. Aku bisa melihatnya berusaha mengerti apa yang kukatakan padanya, perempuan baik pikirku.

Sunday, November 2, 2014

Baru sekitar setengah jam aku sudah kembali terjaga. Matahari di luar jendela membangunkanku dari tidur yang tidak terlalu terasa. Aku melihat gumpalan awan-awan di luar jendela seperti laut, tenang dan cukup pintar membuatku tenggelam ke alam tak sadar. Aku menemukan jam menunjuk pada pukul 3 sore lebih 38 menit. Di pangkuanku masih duduk Kafka on The Shore, sebuah buku pemberian Gabrielle yang tiba-tiba saja memberikannya padaku ketika ia tahu aku suka membaca Murakami.

"what is Rukii's mean?"
"It's from Haruki Murakami"
"Ah, i like him" ia begitu antusias, kemudian mengambil buku itu dari dalam tasnya. 
"Just finishing this. Have you read this?"
"Memories warm you up from the inside. But they also tear you apart.”